raftinG ampE keritinG

January 10th, 2008 by adhi-en

Well, baru hari ini sempet nulis blog lanjutan rafting yg ditulis 5 Okt 07 yg lalu… (huh… kenapa date di FS selalu telat sehari sih…, apa mrk gak simpen info zone dari masing2 user yah?)

Ada cukup waktu senggang di liburan ini, sehingga sehabis anter Ms. A terbang ke Palembang, gue bisa selesaiin aktivitas baca buku, beresin clipping thing, nonton bioskop plus nulis blog ini [^_^]

Sampai di mana kemarin?

Oh ya… sampe pas gue kegulung arus liar… (kayak nama operator raftingnya yak?)

Sehabis kegulung ke-empat kalinya, udara segar akhirnya bisa dihirup saat gue bisa timbul di permukaan sungai…. huuuah.. rasanya fresh banget, hidung yang perih bisa menghirup oksigen kembali.

Pernyataan bodoh yg pertama kali keluar dari mulut gue adalah "dayung gue lepas…." sontak, tadinya mata2 temen2 yang ngliat kejadian itu dengan rasa khawatir hilang tergantikan dengan tawa menertawakan ketololan gue…..
Mungkin pikir mereka, bukannya Adhi teriak minta tolong dipegangin atau minta bantuan buat naik perahu karet, ee…. malah ngawatirin dayung yang lepas….. =))

Gue naik perahu kembali dibantu oleh skipper yang cengengesan itu, sementara beberapa temen masih teuteup aja khawatir, sehingga untuk memupus kekhawatiran mereka, gue merasa perlu angkat dayung yang ketemu tinggi2, dengan kedua tangan untuk nunjukkin bahwa gue baik2 saja… sambil ketawa lepas….

Gue sendiri heran, mengapa sama sekali gak takut, padahal biasanya kalo ada peristiwa kegulung, acara mengasihani diri sendiri kerapkali dilakukan si korban… hehehe… mulai dari yg lemes, berhenti sebentar, ambil minum, ditenang2in kawan2, sampai misalnya mogok mendayung dgn alasan trauma….. :P
(itu yang gue denger dari skipper sih….)

Dua jeram berikutnya dapat kami libas dengan lancar…. sampai ke titik finish
Titik finish ini di sisi kanan adalah tebing setinggi 3 meteran, sementara di sisi kiri tempat menepi adalah persawahan yang landai dengan bukit agak jauh (lihat fotonya aja de…. biar gak ABCD neranginnya…)

P7050098

Titik finish dengan arus yang tenang menjadi tempat ideal buat temen2 yang tadi belum sempat nyebur untuk mengapung, yaah.. .itung2 nikmatin "pembasahan badan"…. Masa’ ikut rafting gak basah babar blas… ?
Di situ, jarum jam baru menunjukkan pukul 2 siang…. hm.. cepet juga ya?
Kurang lama…. hehehe

P7050101

Kami semua naik ke tepi sungai habis acara cebur2an, untuk menikmati sajian kelapa muda yang bener2 fresh from the oven…. eh.. maksud gue fresh from the "kebon"…

P7050107

Beberapa temen nikmatin gorengan yang dijual, juga sambil duduk2 di gubuk yang nampaknya sengaja dibangun di situ, sementara gue tepekur duduk di batu besar di pinggir kali sambil nyeruput kelapa muda…. dan…. mengagumi alam ciptaan Tuhan…

Tepekur_dg_kelapa_muda_di_tangan

(FYI, masa kecil gue dulu sering dilewatkan dengan bermain di pematang siantar….ups… salah pematang sawah maksudnya…..:P dan kadang2 mainan pasir atau cari kepiting pertapa atau biji jali2 di pinggir Bengawan Solo yang mengamuk baru2 ini dengan banjirnya, namun tetap saja, alam terbuka semacam itu selalu mengagumkan bagi gue…..)

Acara mengusir haus kami lalui dengan baik, dan kami bawa peralatan kami kembali untuk naik truk.. Yah, itung2 ngrasain bagaimana jadi sapi2… hehehe…

P7050114

Tak seperti berangkatnya tadi, karena posisi titik finish ini lebih rendah, maka truk kadangkala melahap tanjakan2 yang lumayan tajam, namun meski demikian, yang namanya banci foto, teteplah beraksi dengan gayanya masing2… {^_^] walau bergoyang2 sekalipun….. (gue rasa kalau ada gempa dahsyat di Jakarta, tipe2 kami adalah tipe yang bukannya lari menyelamatkan diri masing2, tapi malah potret2 diri dgn latar belakang org2 panik….hahaha… virgianty banget…!!)

P7050121
P7050116

Truk mengantar kami sampai ke gudang penyimpanan peralatan kembali dan setelah kami menaruhnya, kami jalan kaki ke pendopo utama untuk mandi, membersihkan diri dan yang paling dicari adalah —-> makaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann….. !!!

Dscn3665

Acara mandi2 dan makan2 berlanjut sampai ke pukul 15:30 sore….
Kami mengambil beberapa gambar seluruh peserta di depan pendopo dan deket bus…. setelah kelar mengisi perut… (ssst…. gue nambah dua kali plus sayurnya banyak2….hihihi)

Dscn3673

Sebagai catatan, tempat mandi yang terintegrasi ini memudahkan kami untuk tampil oke kembali…. tidak seperti rafting dua tahun yang lalu, di mana kami musti nyari kolam renang umum untuk ganti pakaian….
tapi yang dulu ada plus-nya juga sich, bisa sekalian nyebur kolam renang sembari nungguin kamar mandi available…. :P

Dari sisi bisnis, apa yang dilakukan Om Lodi dkk ini bener2 jitu…. Dia tahu benar bahwa "orang2 kota" atau "orang2 yg sok kota" jarang bersentuhan dengan alam dan mengalami peristiwa di mana bagi sebagian besar orang yang tinggal di pedesaan/daerah sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa…
Oleh sebab itu, ia mengemasnya sedemikian rupa, sehingga orang kota yang rindu kembali ke alam, dapat menikmatinya dengan serba mudah (aturable).

Om Lodi memberikan nilai tambah pada apa yang disediakan alam secara gratis, sehingga semua stakeholder terpuaskan.

  • Customer/Pelanggan (dalam kasus ini: kami) terpuaskan, meski harus (dan memang seharusnya begitu) membayar,
  • Employee/karyawan Arus Liar terpuaskan (menerima pendapatan),
  • Supplier/pemasok/vendor terpuaskan (menerima order dan pembayaran),
  • Agen asuransi terpuaskan (menerima komisi),
  • Pihak asuransi terpuaskan (menerima premi),
  • Masyarakat sekitar terpuaskan (menjadi pemasok/menerima kenaikan harga tanah yg bagus),
  • Institusi sekitar terpuaskan (mendapat nama harum),
  • Kas negara (dan mungkin orang pajak) terpuaskan dengan menerima kenaikan neraca saldonya… :P
  • Pemegang saham terpuaskan (menerima dividen),
  • serta Om Lodi sendiri terpuaskan dengan menerima ketenaran dan (mungkin) gaji plus kepuasan batin…

Roda-roda bus kembali menapaki jalan Cikidang untuk membawa kami kembali ke Jakarta. Di tengah jalan, kami sempat beristirahat di salah satu pompa bensin sebelum Ciawi karena kemacetan lalu lintas yang menggila (Jakarta aja kalah macet.. jek…!) dari Lido ke Ciawi…. (ditempuh 1 jam 20 menit di situnya doang)….

Dsc_0818

Di tengah kemacetan2 di Lido dan Jagorawi, kaset2 VCD karaoke yang dibawa kru bus menjadi pengocok perut kami…. bahkan yang dari Teriti Show (halo… nGgi…!!) membuat kami semua terpawa terpingkal-pingkal sampe keluar air mata…… karena amat sangat "sungguh seronok"…. =))

Selama fase itu, tetep aja para banci foto beraksi….. :D

Dsc_0824
Dsc_0826
Dsc_0827

Jam 8 malam, sampailah kami di gedung Artha Graha. Sebelum kami berpisah kembali ke rumah kami masing2, kami sempet potret2an dulu di lobby gedung, seraya berjanji untuk arung jeram lagi di tahun 2008 ini….

Dsc_0855

Well, raftinG ampE keritinG ???? Siapa takut ???????


.:::::.
suatu siang di medio Januari
‘::::::’

Stress to make some progress

December 17th, 2007 by adhi-en

Wew…

Intermezzo dulu sebelum lanjutin crita tentang arung jeram….. [^_^]

Secara statistik dan per-angka-an, gue stress karena progress yang tim kami capai dalam marketplace boleh dibilang lambretta dalam taon ini….

Apa karena gue yang nuntut lebih dari seluruh tim ya?
Jadi kelihatan lambat dengan standar gue begitu?
Atau karena ada bagian yang missing, sehingga kami jalan seperti orang pincang?
…..maunya lari kenceng, tapi apa daya jalan aja tertatih-tatih…..

Hm…
merenung….

ditulis pada medio Desember dari ruang kantor suatu malam….

Arung jERAM yang sERAM

October 4th, 2007 by adhi-en

Na, ac’hirnja kesampaian djoega, menoelis kisah mengenai aroeng djeram jang seram dan bikin boeloe koedoe’ merinding. Hal ini soedah ditoenggoe lama sekali sama jang menoenggoe, tentoenja… hahaha.. (bingoeng ja? akoe sendiri djoega bingoeng ko’)

Ih.. tjape’ dech…noelis pakai edjaan lama….
Balik ke ejaan yang disempurnakan aaah… :-P

"Bos…. kantor mo ngadain rafting lagi… kali ini di Citarik" kata bro Agus suatu ketika di bulan Juni. "Ikutan ya? biar bisa rame2 ama anak2 kantor lagi…." lanjutnya. "Boleh ajak temen2 yang dulu, Ewing, Febe, dan teman2 Manado-mu…".
Kata dia lagi "kalau cepot, gak usah diajak.. buang ke laut aja dia…"… :-P

Akhirnya dengan semangat 45, gue ajak pasukan yang berminat ikut. Mulai dari Grace, Cici, Ewing, Febe, Bayu, Olive, Iwan, Brian, Renytha, dan kawan2 lainnya. Bro Albert yang gue kasih tau, tadinya pengin ikut juga, tapi karena mendadak, dia kudu "nyelesaiin kerjaan" dulu…. hehehe.. (Ntar ajak anak2 KOM rafting ya Bang!)

Pada awalnya lumayan banyak yang mo ikut, eh.. setelah tahu rafting akan diadain pada 7 Juli 2007 alias tanggal keramat 7-7-7, cuman Olive, Bayu dan Brian doang yang "nyangkut", plus satu teman baru lagi, Sarah…. (tengkiyu ya… kalian menambah jumlah pasukan yang berlaga…)

Singkat kata, pagi2 di 7-7-7, gue udah berbenah… sis Febe yang janjiin mo pickup gue pake boilnya nongol 5 menit sebelum jam 6 pagi di hari itu… coz, gue dilewatin kalo dia mo ke pickup point di Gedung Artha Graha (AG), jadi sekalian aja bareng biar irit dan rame…

Bak pembalap F1, sis Febe cuman butuh waktu < 8 menit buat nyampe di Gedung Patra Jasa buat markir boil di situ, dilanjut naek taksi ke pickup point. Pas nyampe di sono, baru dikit yang ngumpul, tapi gak nyampe setengah jam, lobi gedung AG dah penuh. Yg datang paling bontot ya itu tu.. s jago telat, Olive dkk… :(

Dsc_0724
Dsc_0726
Yang disayangkan, dalam rangka menunaikan "tugas suci" dari kantor, bro Agus gak bisa ikutan karena kudu jadi "mandor" di Bali… huh.. semua pada sebel… Padahal dia yang paling semangat awalnya, tapi karena undeniable task, kami semua pada maklum…. Untung ada bro Brian yang jago ngocol, jadi ke-BeTean rada terkurangi….

Jam 6:30 kami start dari depan AG naek 25-seater bus "Karya Wisata", menapaki aspal jalan Tol Jagorawi dengan mulus. Temen2 baru, yang bukan dari grup GAP diperkenalkeun satu-satu di atas bus…. Total, ada 5 "temen baru", dari seluruh 20 peserta… Biayanya berapa? Karena cuman 20 orang, per orang kena charge 245.000 dollar Indonesia

Dsc_0727
Perjalanan berangkat itu menyenangkan dan penuh tawa, karena ada beberapa lagu2 dangdut yang diputer buat bahan olok2an memang lagu yang sedang nge-trend, macam SMS dan Kucing Garong…. :P
Kemacetan hanya terjadi di sekitar Ciawi, trus Cicurug dan Parungkuda.
Menjelang masuk Cibadak, kami belok ke kanan, arah Cikidang. Dari situ bus berjalan sampe kira2 15 km jauhnya.

Dsc_0764
Dsc_0775Dscn3671
Menjelang jam 9:30, kami sampai di markasnya Om Lodi Korua, bos jasa penyelenggara rafting "Arus Liar", di Citarik, Cikidang, Sukabumi. Suasana "desa" begitu terasa dan menakjubkan bagi anak2 kota. Gue sendiri sih… anak desa asli, jadi gak begitu asing dengan gemericik suara air sungai, desir angin di sela2 dedaunan, dan kicauan burung2 di pohon…

Dsc_0784
Bergegas kami masuk ke pendopo utama "Arus Liar", buat menikmati kopi/teh anget dan makanan camilan sebelum terjun ke sungai. Tas2 kami, termasuk HP dan barang2 yang gak boleh kena air dititipin dulu di markas.
Kami juga diminta mengisi data diri kami masing, untuk persyaratan mendapatkan asuransi seandainya terjadi kecelakaan fatal menimpa kami….

Berjalan kaki ke gudang penyimpan peralatan "Arus Liar" di pinggir sungai, kira2 jauhnya 150 meter dari pendopo utama adalah pemanasan awal yang cukup menyenangkan. Di situ, kami memasang helm, pelampung di badan, serta mengambil dayung T. Gue minta si Vivie buat ikutan, biar bisa merekam momen2 dengan motion picture.

P7050074
Dari gudang penyimpanan, kami naik truk ke dropping point yang jauhnya kira-kira 4 kilometer dari situ… Jalan yang dilalui bener2 jalan berbatu (makadam) gak rata, jadi selama di truk, kami jadi embek2 yang nurut diguncang-guncang sama truk colt diesel kuning itu… mbeeeeeeeeek…. mbbbbeeeeekkkkk….. :D

Pada suatu pertigaan, truk berhenti, dan kami masih harus jalan kaki lagi sampai bener2 sampai, tepat di pinggir sungai. Jaraknya kira2 400 meter. Suasana sepanjang jalan tiga tapak (emang bukan setapak sih, karena bisa buat tiga orang berjajar… hehehe), lumayan asri, khas perkampungan di daerah…

P7050086
Briefing
alias taklimat singkat diberikan oleh salah satu skipper dari "Arus Liar". Skipper adalah sang pengemudi perahu karet, biasanya duduk di belakang perahu, bertugas mengontrol arah dan laju perahu karet…
Sbagai info, kedalaman air saat itu 50 s.d. 70 cm, karena memang lagi musim kemarau….

Dalam briefing, kami diajari cara memahami instruksi sebagai berikut:

  1. "Maju !"
    Gerakan dayung normal ke belakang untuk membuat perahu karet maju ke depan.
  2. "Mundur !"
    Gerakan dayung ke depan, untuk menahan laju perahu (mengerem).
  3. "Angkat/Istirahat !"
    Gerakan untuk mengangkat dayung, meletakkannya pada paha, membiarkan perahu karet berjalan menurut arus air saja.
  4. "Dayung kiri / dayung kanan !"
    Membiarkan peserta yang duduk di sebelah kiri / kanan saja untuk mendayung, sementara sisi yang berlawanan, memposisikan diri pada istirahat.
  5. "Kiri maju, kanan mundur !" (atau sebaliknya)
    Membuat gerakan perahu karet menjadi memutar ke kiri atau kanan.
  6. "Pindah kiri / kanan !"
    Instruksi agar peserta yang di kanan pindah berkumpul ke kiri dan sebaliknya, tujuannya untuk menjaga kesetimbangan seandainya perahu karet miring di satu sisi.
  7. "Pegangan !"
    Ini artinya, dayung pada posisi istirahat, sementara tangan yang bebas memegang tali yang ada di perahu karet, supaya tidak nyebur ke sungai pas lewatin jeram (air terjun) misalnya…
  8. Menolong peserta yang jatuh ke sungai dengan dayung dilakukan dengan memegang sirip dayung, sementara ujung T diarahkan ke peserta yang jatuh, buat dijadiin pegangan.

P7050095
Tanpa luas… eh panjang lebar lagi (iya kan? panjang kali lebar = luas?), kami bernafsu untuk "menduduki" perahu karet yang ada. Seluruhnya ada LIMA perahu karet peserta dan satu perahu karet buat rescue. Perahu peserta dinaikin 3 s.d. 4 orang peserta plus satu skipper, sementara rescue hanya dinaikin dua petugas…

P7050088
Anak2 pada ketawa lepas dalam perjalanan ini…. candaan yang paling sering dipraktekin adalah menyiprat-nyipratkan air sungai ke "perahu karet lawan" dengan sirip dayung… Khusus perahu karet gue, yang dinaikin sis Catharina, sis Febe, bro Ase, dan sodari sang skipper (*sigh*, gw lupa namanya), aman dari cipratan air, karena ada Vivie yang memang gak boleh kena air…

P7050100
Dalam arus yang tenang, anak2 juga kadang2 iseng jatuh2in peserta di "perahu karet lawan"…. Total ada sekitar 6 jeram tingkat dua dan tiga yang kami lewatin di stage pertama. Stage pertama adalah bagian sungai mulai dari dropping point sampai ke pinggir gudang penyimpanan…. Tak ada hal yang fatal di enam jeram pertama ini….

P7050092
Pemandangan di sisi kanan kiri Citarik, sangat bervariasi. Ada tebing menjulang dengan pemandangan lepas di atasnya, ada tebing yang atasnya rumpun bambu, juga beberapa air terjun bebatuan mini terlihat…. Kadang persawahan lepas, juga kebun2 penduduk sekitar… bahkan… pemandangan yang ajaib!!!!… hehehe… orang mandi…!! nah loh… :D

Sampai gudang penyimpanan, perahu karet gue terpaksa menepi dulu buat nurunin si Vivie, atas saran skipper, karena perjalanan selanjutnya, katanya akan melewati "jeram yang cukup berbahaya"… Gue nurut aja….

Tak begitu jauh dari gudang penyimpanan, kami semua melewati "penginapan a la Arus Liar" yang terletak di semacam delta sungai, tetapi teduh dan rimbun. Rumah2 panggung yang dibangun memang dijadikan semacam penginapan buat peserta rafting yang pengin nikmatin paket rafting plus nginep di situ… So cooool…. nampaknya boljug dicoba kali lain… hihihi….


Ada sekitar lima jeram lagi yang kami harus lalui di stage kedua ini, sebelum sampai garis finish, yang jauhnya delapan kilometer dari dropping point….
Jeram pertama dan kedua kami lewati dengan mulus… sampai akhirnya…

di jeram ketiga, entah karena kurang konsentrasi, atau karena memang posisi gue berada di paling depan kanan, plus perahu karet gue melaju dengan sisi kanan duluan yang masuk ke entry point jeram, maka gue terlempar mendahului perahu, nyebur ke sungai…
 
Pada rafting2 sebelumnya, gue gak pernah kecebur sungai, tapi kali ini gue baru ngerasain gimana nyebur ke sungai, pas di jeramnya lagi….

Gue gak siap, jadinya saat bergulung-gulung di bawah perahu karet, gue sempet sedikit minum air sungai…. Dayung gue lepas entah ke mana…. Rasanya gelap, pekat sekali, hidung gue perih, gue coba menjejak-jejakkan kaki ke dasar sungai, tapi tak terjangkau. Nampaknya pas di bagian jeram yang dalam, padahal gue tahu posisi gue udah vertikal, sementara kepala gue yang dilindungin helm "dilindas" perahu pada gulungan pertama….

Rolling kedua terjadi, kepala gue masih terantuk dasar perahu, sementara kaki gue yang berusaha menjejak, tak kunjung mendapatkan dasar sungai…. tangan gue berusaha menggapai dasar perahu, tapi terlalu licin….

Arus bawah sungai yang kuat membuat gue rolling ketiga kalinya…. gue ngerasa lengan kiri gue terantuk dengan bebatuan, tapi yang bikin putus asa, situasi yang gelap, air bergemuruh belum berakhir jua dan lagi2 kepala gue masih terantuk dasar perahu karet….

Nafas gue bener2 hampir habis dan mulai timbul ketakutan dalam hati gue, karena belum juga mencium udara segar coz masih tenggelam di bawah air…..
Gue rolling keempat kalinya… gue pasrah bila memang hidup gue kudu berakhir di Citarik.


Saat memikirkan hal itu, gue merasa tenang sekali, walaupun keadaan sekitar masih bergolak hebat dan gue masih di bawah air…..
Mengapa? Karena kalo gue "lewat", gue tahu, gue PASTI bakal ketemu Tuhan Yesus di surga…..

to be continue….

Lupa gara2 Lippo?

October 3rd, 2007 by adhi-en

Ah.. belakangan ini gue rada kacau…. sering banget lupa, ketinggalan barang, dan sb….

Gak tau knapa, padahal gue pikir load kerjaan juga masih dalam batas2 wajar…
dan.. kata temen, bahwa gue lagi banyak pikiran, tak seluruhnya juga bener…. :(

Daftar lupa mulai dari buku Agenda yang ketinggalan di bis Bandara dua bulan lalu, sampai tiket pesawat mas Adam Suseno, eh Adam Air…. yang "ilang" entah ke mana kayak pesawatnya yang ilang 1 Januari 2007 lalu (*sigh*, musti beli tiket lagi….)

….Trus, soal janjian sama customer beberapa minggu lalu, salah jam pula, tercatet jam 11 oleh si Nafa, eh, ingetnya jam 1… huh…. bener2 ngeselin….
Untung customernya baik banget, ampe ngluangin waktu dengan makan dulu…. huhuhuhu…

Barang2 kecil juga lupa keambil, khususnya kalo beli barang bersamaan dengan pas lunch…. hampir 90% pasti ketinggalan di meja/samping kursi… (kebanyakan barang2 toiletries sih, tapi lumayan juga kalo keseringan)….

….soal letak parkir boil juga jadi masalah, pernah muter2 sampe setengah jam, buat nyari boil di tempat parkir…. mending kalo di satu lantai doang, paling cuman capek jalannya… tapi waktu itu parkirnya bertingkat…. patah kaki-lah guesampe diketawain ama security kantor yang kebetulan juga kenal gue

Yang lumayan parah, pernah ketinggalan boil di parkiran EX dan Sencity…. huah…!!! Dua kali!!!! How can? Loe pasti nanya lagi "kok bisa?" Gak tau tuh… waktu itu enjoy aja naek taksi malem2 pulang.. e…e.. sampe rumah habis mandi rada segeran, baru inget, boilnya masih di sono tuh… :-(
waduh… ajaib… antara lupa atau linglung…. Asal gak jadi lang ling lung ajah….

Pas datang kawinan bro Nn + sis Ct, diketawain abis ama temen2, gara2 gue lupa udah ngasih kunci boil ke bro Jm, … eh…. dengan paniknya sehabis itu gue kontak security, dan bilang bahwa gue "keilangan" kunci, alhasil dia kontak temen2nya yang segera ribut nyari sampe ke… toilet2…!!

… kemarin pun dompet kelupaan di ruang kantor sebelah, untung si Tina PA ngasih ke gue, kalo gak, gue bakal bingung dimana gue naruh dompet pas mo bayar dinnerblum lagi kunci ruang kantor yang ketinggalan tergantung di pintu… ampe si Diana ngejar gue buat ngasih tu kunci….

Ah…. nampaknya gue makin tuwa aja…. :(

< flashback dikit >

Jadi inget 4 tahun lalu, pas gue keilangan telpon seluler gue….. kayaknya siy ketinggalan di atm bca tanah abang…. lumayan sebel… itu N9210 hadiah dari mantan bos gue pas dinobatkan sebagai "best employee of 2002"…
*sigh* nyeseg.… apalagi segala data penting ada di situ, untungnya yang "nemu" kagak iseng mencet2 nomor yg disitu buat isengin temen2 gue yang pada baek2 itu…..

Saat itu, gue anggep sebagai "hukuman" Tuhan buat gue, karena persis terjadi sehari sebelum Natal 2003…. Yah… saat itu memang gue bandel sih….
Tentu saja gue gak bangga dengan kebandelan gue. Tuhan memang Maha Pengampun, tapi setiap hal yang gak baik, pasti mengandung akibat…

Tak berapa lama sehabis 2003 berakhir, giliran N6585 gue yang raib, juga ketinggalan di atm lagi, kali ini di plaza bii… huh… titik lemah gue mulai teridentifikasi…. ati2 klo di deket atm…..

< maju lagi zaman sekarang >

Gue mulai curiga, jangan2 "siklus lupa" empat tahunan gue mulai terulang….
soalnya samar2 gue mulai inget, di tahun 1999, gue pernah "melenyapkan" henpun "batu bata" siemens s4+ yang dikasih bokap waktu itu… yang pasti sih…. gak ketinggalan, cuman entah keselip di mana….

beruntung banget, nomor seluler gue dari dulu ampe sekarang selalu bisa diselametin saat para telpon yang terkasih itu pergi meninggalkan gue (halah!!), coba aja klo pake nomor prabayar di tahun2 199x, pasti dah ganti nomor tuh…..
(harusnya gue dikasih reward ama Telkomsel yah… pelanggan dengan nomor sama terlama…hehehe…)

atau….
jangan2 gara2 hampir dua tahun ini ngantor di gedung Lippo, maka lama2 gue jadi (pe)lupa… ? menderita demensia? atau amnesia selektif? (wah ini istilah sapa ya?)

au’ ah.. elapGak penting juga nyari sebabnya knapa….. yang penting, gue kudu usaha biar kagak lupa apa2 lagi…. untung masih single, klo dah dobel, bisa2 lupa ama pasangan…. Kalo itu yang terjadi, bisa runyam urusannya… hahaha….

.:: biar gak lupa lagi, blog ini cepet2 dibikin saat subuh ::.

- Tabik, Adhi eN -

s3nyUm r1ang m3nj3lang s1ang (retret #3, tamat)

September 27th, 2007 by adhi-en

MINGGU, 29 JULI 2007

Pagi itu, gue terbangun dengan badan yang lebih fresh dibanding kemaren…. Yang tidur di tingkap atas PA-10, cuman gue sama p’Mart, pembimbing KOM kami…..

Sebenarnya jam 5.30 pagi gue udah kebangun, tapi cuman laporan sama Tuhan (baca: sate) dulu, trus cium bantal lagi….hehehe…

Sang soundman udah muter lagu keras2, lagunya si kecil Tasya, "…. aku adalah anak gembala…. yang s’lalu riang…" (moga2 liriknya ga’ kliru) buat bangunin seluruh peserta…. Gue inget tuh, baru sekitar jam 8 pagi-an seluruh peserta nyawanya masing-masing udah terkumpul lengkap…. :-P

Snack juga udah tersedia buat diserbu…. Hm.. emang tim konsumsinya sis Martha dan sis Ling-ling gak ada matinye….hehehe…

Pict0034_1Jam 9 pagi, kami mulai kebaktian mini di PA-10. Kalo kemarin
dimotorin sama sis Anita, sekarang giliran pak Ketua, Albert yang turun
tangan buat mimpin seremonial ini….

Tau ndiri kan? Si Albert orangnya
gimandra? Tak heran senyum riang kami semua menghiasi Anyer di Minggu
jelang siang
itu….

Di kebaktian mini ini, bro Yulius tetep setia main gitar bolongnya…(walau udah gue bujuk2 biar maen kibor), sementara gue berpindah ke lain hati, dari kibor ke gitar bass…. Ini buat kompletin aja, ada melodi oleh sang maestro Yulius Caesar, ada isian akord-nya pula, oleh anak ingusan kemarin sore…..

Nampaksekalimanaygsegardanygkusut

Nah… klo dilihat dari foto disamping, meski gue ngakunya tidurnya pules, tetep aja wajah para malaikat yang duduk (Marcia, Marrie, en Yanti) lebih segeran face-nya…. :-D

Charlie’s Angel pun kalah bo’…!!!

Kalah PeDe maksudnya…. :D

Kebaktianminggu

Tibalah saat p’Mart (eh.. bapak atau kakak aja ya?) membawakan Firman
Tuhan. Isinya sih…. penegasan dari sesi-sesi kemarin, disertai
motivasi untuk lebih memanta[b]kan (pake b tebel, biar lebih mantebh….)
"terjun ke masyarakat"….

Kami yang notabene masih muda2 (jieee…. muda ni yeee), di"tantang"
untuk memasuki ladang pelayanan yang lebih spesifik, seperti kunjungan
panti asuhan, rumah sakit, panti jompo dsb…..
Yah… baguslah… sebelum jadi jompo beneran, mari kita sediakan waktu
kita untuk berbagi waktu dengan mereka. I think you will agree that
they who stay there actually need our love and attention much more than our
money
…..

Ygmomarrieddiberkatindulu

Di akhir "khotbah", K’Mart juga memberikan dukungan doa buat para bro and sis yang mo married dalam waktu dekat….

Mereka adalah Hendrik dan Fie2, Nicholas dan Cherlie, serta p’Ketua Albert dan Mely……

Sebenarnya k’Mart juga mempersilakan yang lain2 tuk maju klo memang ada rencana married… namun rupanya banyak kucing di minggu itu, sehingga malu2 kucing lebih mendominasi daripada jinak2 merpati… :-O

Salamandulusebelumtempur

Saat yang dinanti tiba di pukul 11:13….. aiyaaa… sepakbola pake sarung!!!

Sayangnya, cuman tim cowok-cowok aja yang boleh maen, huh…. gak adil !!!

Gue se-tim sama Nicholas (jabat tangan yang kiri), Hendrik, dan Yulius, melawan tim Jimmy (kaos ijo) yang beranggotakan Tambok, Gerrid, dan Tommy.

Aturannya cuman satu: saat musik diputer kenceng2, semua harus berhenti mengejar bola dan berjoget pake gaya apa aja…. (tentunya disesuaiin ama musik).
Kalo aturan itu dilanggar, penalti akan dilakukan oleh anggota tim lawan ke gawang yang kena penalti… hehehe

Dimulai dengan salaman antar kapten Nicholas dan kapten Jimmy, sepakbola sarung dimainkan dengan ceria oleh kami semua….

Yatuhansemogakegilaansemalemgakterjadila

….fiuh.. padahal terik matahari benar-benar menyengat, sampai k’Mart yang ketangkep ama candid camera di samping megang2 kepala karena saking panasnya….

Enakbenerjadisuporter

O ya pembaca, mungkin aja karena disorakin para malaikat (baca: temen2 cewek), mungkin para cowok jadi semangat maen bola… hihihihi….

Padahal sih, habis maen bola, kulit gue jadi gosong gitu…. (huh!!)

Sayangnya, tim suporternya gak dibagi jadi suporter per tim… kalo iya kan lebih seru…?
Sesama suporter bisa saling ledek-meledek….

Didingininduluya_1

Oh ya.. tak jarang di tengah2 permainan, kami harus menyiram "lapangan" di depan PA-10 dengan berember-ember air, supaya agak duiiiiingin….. Kasihan kaki para cowok manja ini..

Padahal sih, menurut gue, panas teteplah panas… :P…. Tapi berhubung buat lucu2an… ya gpp-lah…. toh, tak diwajibkan untuk menggunakan kapasitas sel abu2 di bawah rambut kepala buat maen sepakbola sarung… hahaha…

Permainan diselingi oleh istirahat selama 15 menit buat "tukeran posisi", termasuk gawangnya….

Ygjelasbukantukangparkir

Beberapa wajah tertangkap di candid camera, namun tak dipajang satu2 di sini… buat melindungi narasumber, karena ada yang berpose ajaib saat tertangkap lensa…. :-X

Namun buat menghormati k’Mart, gambar beliau gue pajang di sini….. Awas…. jangan pembaca kira ini tukang parkir ya? Mana ada (tukang parkir) yang sekeren k’Mart? ….hehehe…

Matahari bener2 berada di ubun-ubun kepala tatkala kami harus mengakhiri sepakbola sarung dengan skor 4-7 untuk tim gue….. (huh! lagi!)

Kemudian, acara dilanjutin dengan "mencuci" piring yang berisi makanan… Nah ini dia….!!!

Setelah kenyang "mencuci" piring, rupanya mata anak2 KOM sebagian besar terasa berat, sehingga diizinkan isirahat siang dalam kamar masing-masing…..
Ada yang tidur-tiduran, ada yang tidur beneran, ada yang pura-pura tidur tapi (sebenarnya) tidak, ada yang pura-pura tidak tidur tapi (sebenarnya) tidur…. {^_^]
Nah…. bingung gak loe?…. :P
Au’ ah…. elap….

Menjelang jam 2 siang, gue terpaksa ngoprek-oprek para peserta retret, karena jam 14:00:00 adalah batas terakhir mereka buat check-out dari wilayah CPW. Ada sedikit masalah waktu check-out, yaitu raibnya satu pisau, tapi dapat diselesaikan dengan baik….

Persis jam 14:20, kami melenggang keluar dari Marina Anyer, menuju ke Pantai Carita… kecuali rombongan soundman yang naek panther, mereka langsung balik kanan ke Jakarta….

Hayoygmanaygcewek

Singkat cerita, kami sampai di wilayah pantai Carita pukul empat sore… Ada sedikit masalah dengan "preman" setempat, namun bisa diatasi dengan baik……

Selagi proses tersebut berlangsung, sempet2nya para cewek (yang paling kanan, gue kurang jelas, itu cewek apa cowok ya?…:-P) ambil pose di depan Lippo Carita….

Ngemilmahtetepaja

Akhirnya, p’Ketua mutusin, ke pantai umum Carita aja, buat acara selanjutnya, daripada pusing2 lagi…..

Para pemberi sewa tikar berebut dengan giat menawarkan tikarnya buat kami pakai…. sempet sedikit bersitegang karena mereka ngotot, untungnya tak sampai adu fisik. Malu pula-lah kami kalau sampai itu terjadi.

Hm… sejak isu tsunami terus mendera wilayah ini, kunjungan wisatawan memang sangat menyolok turunnya….

Dulu gue bareng sama bro Ag, sis Fn, sis In, ke sini di tahun 2002, hampir2 gak kebagian area pantai karena orang2 bejibun memenuhi pinggir pantai, sekarang, kayaknya kami lihat cuman tiga bus besar, dua bus kecil, dan beberapa mobil saja yang berkunjung… padahal, itu hari Minggu loh….

Sstsatuditambahsatuternyatadualoh

Beberapa sesi acara yang dilakukan di pinggir pantai ini adalah:

  • Cerdas cermat mengenai Alkitab, bahan2nya diambilin dari materi2 KOM yang diajarin selama 27 kali pertemuan selama 3 bulan-an…
  • Tebak judul lagu rohani….
  • Duet nyanyiin lagu "burung kakatua…. lek cung…. lek cung…" hehehe…

Pemenang masing2 kategori test? Wah… sayang sekali gue lupa.. mungkin
karna udah gak konsen lagi waktu itu…. selalu teringat bantal yang menunggu
(untuk) dicium di Jakarta… :-D

Oaaheemngantukna

Poko’nya yang gue inget, acara diakhiri dengan foto2 di pinggir pantai….

Dalam keremangan senja, kami akhiri acara pinggir pantai tersebut sekitar pukul 17:30 untuk kembali ke Jakarta…..

Namun……

Di tengah perjalanan, kami tergoda kembali saat melihat hamparan pasir putih berbatasan dengan air laut yang berkilauan ditimpa semburat jingga cahaya mentari sore…. Begitu menawan alam ciptaan Tuhan….!!!!

Hanya satu bus dan satu avanza yang "tergoda" untuk berhenti, sementara avanza Martha dan city-nya Mely melaju terus ke Jakarta…

Kukanterbang

Beberapa rekan, sempat berpose dengan latar belakang matahari yang mulai tenggelam…..

Ada yang berfoto dalam satu grup, ada yang beberapa orang saja, ada yang berduaan saja, namun nampak semuanya bergembira hari itu…..

Bro Yulius, bahkan mencoba jadi koreografer sekaligus fotografer di pinggir pantai itu… wah… bakat juga loe ya Us….

Mentari telah tenggelam sepenuhnya, manakala kami semua melangkah meninggalkan kawasan Anyer untuk menuju kembali ke Jakarta.
Kami tahu bahwa meskipun mentari tenggelam saat itu, namun semangat kami tak akan pernah padam untuk melayani Tuhan Yesus di setiap waktu….

Dsc01866

malu berkoar di Trotoar

September 20th, 2007 by adhi-en

Intermezzo aja sblum lanjutin ttg retret… pagi ini dikejutkan dengan hal yang nge-BeTe-in… tiba2 saja trotoar yang rapi di depan, berubah jadi berantakan dengan parit2 yang baru digali….

*mikir*, trus gimana cara keluarin mobil?
sempet adu argumen juga sama tukang2nya, tapi rupanya malu juga berkoar-koar di atas trotoar

akhirnya ambil sisi positifnya aja, toh bukan cuman di depan rumah aja, tapi satu blok di wilayah cikago (cikini-kalipasir-gondangdia) kena semua, jadi banyak temennya… hehehe….
lagipula, biar kalo ujan gedhe kagak banjir…. (padahal memang gak pernah banjir di sini… ya kan?)

yasud… agak nyesel juga, kalo pahit, inget si cucu aja, kalo dapet yang enak2, gak inget siapa2… hahahaha…. sori ya cu’….. jadi kayak keranjang sampah loe…..

<suara hati mode on>
Ayo dhi… kamu bisa bersikap baik…. kan udah dikasih ayatnya? Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya… Efesus 2:10
<suara hati mode off>

- cheers -
Have a blessed day!

the Craziest Democracy (retret #2)

September 14th, 2007 by adhi-en

Fiuh.. setelah tertunda sekian lama, akhirnya jadi dilanjut juga sambungan crita retretnya…

Buat bro Prb, sabar ya… ntar topik loe pasti dibahas di blog, hehehe…. Juga buat sis Pt, pengalaman keliling Bangkok-nya ntar dicritain lengkap sama foto2nya yang dicuplik dari motion picture… (i don’t have still picture peripheral *sigh*)….
Trus sis Er, raftingnya bakal dibahas sesudah topik ini kelar koq…. [*_*]

SABTU, 28 JULI 2007, malamnya

Sesi kedua dimulai dengan penuh semangat…. kali ini Pdt. Andreas bicara tentang Pengutusan…. beliau menjelaskan tentang bidang-bidang yang bisa dimasuki dalam suatu pelayanan, mulai dari yg "dianggap remeh" s.d. pelayanan di atas mimbar….

Sesi2

Crita beliau tentang start dari nol sebagai koster greja s.d. bisa seperti skarang ini bener2 karena campur tangan Tuhan. Pada prinsipnya, setiap pelayanan yang dilakukan bukan dipakai untuk mencuri kemuliaan Tuhan dengan mengatasnamakan kebanggaan pribadi, melainkan dilandasi dengan kemurnian hati.
That’s why, menurut gue, itu dinamakan pelayanan, bukan pemerintahan…. ups!!!

Saat acara worship, ada kejadian yang "agak aneh", yaitu "terganggunya" foto oleh obyek asing… Nah… ini fotonya…. (diambil pada jam 20:16 WIB)

Aneh

Kelar sesi II, tibalah acara "talent show" hehehe… Wah.. kok namanya talent show?
Ya sutralah, biarlah gue sebut begitu, karena unjuk yel-yel dan drama Alkitab, plus fashion show ini bener2 kreativitas dari para peserta.

Sebelum talent show? Apa ya?
Yah isi waduk dulu….. alias dinner…. Kembali, dinner dilakukan di pinggir swimming pool… Suasana sudah mencair, dibandingkan dengan saat sesi II, apalagi dibandingkan dengan suasana saat pertama kali dulu kami mulai KOM 100 angkatan 12… Jauuuuuh beda…..

Dinner

Nampank

back to unjuk yel2….
waktu nunjukin pukul 21:30 saat Albert teriak2 lewat PA minta seluruh peserta duduk lesehan di depan PA-10 buat "menyaksikan karya seni demokrasi" (demokrasi = dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat… huahahaha….)

Kelompok gue bernama Yehuda….. Yuliani bikin yel2 gado-gado buat kelompok gue…. Tak disangka… kelompok Yehuda menjadi nomor satu dalam yel2 ini….
Wah… non Yuliani Jarman (jarang mandi hehehehe….) rupanya berbakat juga jadi koreografer sekaligus scriptwriter….

Yehuda

Sementara drama Alkitab dimenangkan oleh kelompoknya Gerrid "Betsy" Nickolas dengan cerita ttg Daud dan Betsyeba. Gile bener…. Gerrid bener2 luwes berperan sebagai Betsy…..hihihihi….

Betsy

Tibalah saat puncak acara…. fashion show…. :-D
Bukan acara fesyen souw biasa nek…. tapi yg cowok kudu pakai pakaian cewek, dan sebaliknya…. Gue gak nyangka, Albert punya ide segila ini….
Untuk alasan "keamanan", foto2 terpaksa gak bisa gue tayangkan… buat melindungi kredibilitas "para pemain" (termasuk gue)…… HUAHAHAHA…

Siapa juaranya?
Siapa yang berpakaian terbaik?
Di tengah malam yang semarak itu, "Jinny" terpilih sebagai peserta "berbusana dan berpenampilan terbaik": Sang Putri Shanghai…. :P
Fotonya di mana? Gak gue upload yaaaa…..

Keriuhan pelan2 memudar, seiring dengan bergulirnya rembulan. Sesudah riasan make up beres (beberapa orang belum sih…. masih "terjebak" di tubuh fesyen-nya… hihihi), kami menikmati BBQ di depan PA-10

Apa menunya?
Hm… udang bakar (sayang gak pakai madu ya?), sate, lontong, dan apa lagi ya?
Gue lupa… ntar nanya Martha lagi deh… Minuman ada air, teh, dan kopi. Seperti biasa, gue gak bisa lepas dari kopi, tentu gak nyia-nyiain kesempatan ini…

Kami semua duduk2, ngobrol apa aja yg bisa diobrolin di depan PA-10…. Hm, sebenarnya suasananya romantis (halah), dengan lampu yang agak temaram, ditingkahi suara binatang malam, akan tetapi mengingat kehebohan yang ditimbulkan fesyen souw tadi, rasanya perut kami bakalan sakit sampai besok paginya deh…..

Depanpa10

BBQan kelar jam 1 pagi, dan gue tiba2 timbul ide buat bikin klip seluruh foto2 yang ada… Dengan bantuan Kathreen yang setia, ada empat kamera yang terkumpul dan berhasil di"sedot" isinya… Singkat kata, kami semua tergelak-gelak di ruang tengah PA-10 ‘tuk menyaksikan tayangan foto2 yang diproyeksikan oleh LCD proyektor pada…. selimut yang tergantung di dinding… (maklum… ga’ ada layar LCD)….

Ah…. sayang seribu sayang….. Vivie lagi sakit, sehingga gak ikut waktu itu… Andai saja ikut, pasti ada motion picture yang berhasil dia rekam. Most of the people like still pictures, but I do like motion pictures, coz I’d love to capture the live moment, not only gambar bisu yang katanya "lebih artistik…."

Pukul 02:00, everybody kliatannya sudah terbang ke alam mimpi…. Sebelum ikut menerawang sukma, gue sempetin laporan ke om J dulu. Habis itu zzzz….zz..zzz…zzz…

to be continued

Teret.. teret.. tet… tet… ayo Retret

August 5th, 2007 by adhi-en

Sebenarnya mo nulis tentang rafting 7-7-7 (lagi"" *sigh*), si opa Ag lupa bawain koleksi foto rafting (dasar opa2), jadinya nulis retret dulu deh… :P

Retret? Ah… (seharusnya) bacalah ritrit (retreat -> menarik diri dari "kehidupan sehari-hari", untuk mempertajam visi). Sebenarnya istilah retret ini gak begitu dikenal di LN sih… mereka nyebutnya church camp gitu….

Retret di tgl 28-29 Juli 2007 kemarin adalah gong dari berakhirnya acara KOM (Kehidupan Orientasi Melayani) seri 100 angkatan 12 yang berlangsung selama 14 minggu….

JUMAT, 27 JULI 2007

Karna gue ditunjuk untuk masalah perizinan dan tempat, maka gue jadi tim pembuka bersama beberapa sohib gue, sis Dian, Anita, bro Yulius, dan Jimmy. Kami berangkat Jumat malem duluan, start dari Sudirman Park (SP)….

Acara berangkat rada molor, gara2 nunggu gitar dan keyboard Roland EXR-nya kelar dipake dulu sama anak2 COOL di SP….
Gitar equipped dgn spool tetep aja gak bisa dibawa, jadinya kibor doang deh….

Persis jam 22:10, Avanza sama driver dan co-driver (gue, hehehe) bergerak menuju ke rumah Jimmy dulu buat ambil barang2 dia…. sempet balik lagi karna ketinggalan digicam-nya sih (huh…).
Trus, karna perlu banget buat latihan, kami minjem gitar bolongnya si Abang Albert di Grenvil situ tuh…

Dimulailah perjalanan itu……….

Puji Tuhan, pukul 02:20 kami nyampe di lokasi, beberapa bungalow milik CPW yang boleh dipakai atas izin dari salah seorang anak KOM 12. Lokasinya di Marina Anyer. Ada lima bungalow yg boleh dipakai, yaitu PA-5,7,8,9, dan 10 (yg paling gedhe)…
Gambarnya ada di bawah (di-shoot pagi sesudahnya)….

Pict0026

Karena nyampenya terlalu "pagi", latihan dilakukan oleh si Yulius sorangan…. tapi tetep aja because kami too capek… hehe… pukul 3-an semuanya udah cium bantal. Dian sekamar sama Anita, Yulius sama Jimmy, gue di Mezanine sendirian…

SABTU, 28 JULI 2007

Pagi2, pada bangun agak siangan, kecuali gue yang duluan bangun gara2…. too hot… hahaha… kelemahan gue yg satu itu muncul: jika hawa panas muncul, badan pasti protes… AC tiga biji di PA-10 tetep aja nggak mempan ngusir panas…
Sate sebentar habis itu, trus cuci muka….

Gue rada2 senyum juga dengerin sis Anita mandi sambil nyanyi2… hahaha… lucu pisan… tiap kali guyur muka, nyanyinya gelagapan gitu.. Sementara bro Yulius dan Jimmy masih menerawang sukma, sis Dian gue lihat dari jendela luar lagi sate…

"Bangun ku terus mandi" tidak berlaku… ke pantai dulu dooong… :P
Sementara mereka masih asik sendiri2, gue jalan2 sama kang Uning, personil CPW, ke pantai, buat lihat2 sekalian nyiapin acara api unggun. Biar belum mandi, tetep aja pede…. lah maklum.. di situ sepiiii… kagak ada yg lihat gue …. :P Lagipula nggak ada bedanya udah mandi atau belum… tetep aja jelek…hehehe….

Pict0037_1

Ada dua lokasi yg bisa dipakai, Marina Anyer dan Prima. Prima lebih alami tapi miskin watersport, Marina cuma dermaga tapi ada swimming pool… (arrrrgh.. kenapa pula swimming pool di CPW lagi diperbaiki…. huh… protes… protes….!!!)

Rupanya pas gue ke pantai, Jimmy manfaatin buat potret2 lokasi… Karena ini orang narsisnya minta ampun, potret2 juga diri sendiri… hehehe…

Pict0023
Pict0028

Jam 9-an pas gue mandi, sis Anita bikinin mie goreng (thanks!). Tumben dia gak habisin dalam porsi gedhe (duluan) kayak semalem waktu di Saji SP… hahaha…. Moga2 bukan karna ja’im… Kami makan dengan lahapnya karena emang laper banget sih…

Sembari menunggu kedatangan rekan2 lain, kami latihan musik dulu di PA-10, biar agak profesional gitu.. critanya… Amatir ketemu amatir, jadi rusak kalo gak latihan… [^_^] Yang gak amatir cuman bro Yulius doang…. semi-amatir-lah… hahaha…

Pict0029

Rombongan bro Gerrid, sis Martha, Ling2, dan the chefs sempet nyasar sampai ke Karang Bolong, alhasil gue sama driver jemput mereka di pinggir jalan masuk CPW. Sementara itu rombongan2 lain: Albert dan soundman (semobil) dan bus rekan2 baru masuk sekitar jam 11-an….

Img_0044

Begitu datang jegreg… si Soundman langsung pasang sound system, sementara gue lakukan prosedur check-in buat masing2 bungalow….
(Asli bang Albert… gue gak nyangka lu bener2 serius bawa sound system yang kelas "berat", hehehe…)

Setelah pembagian kamar dan kelompok drama+yel2 (PA-10 khusus cowok2, sementara 7,8,9 buat cewek2, dan PA-5 buat para driver dan soundman), Martha n the gank gerak cepat nyiapin konsumsi buat lunch kami… (thanks banyak ya sis…)
Lunch dilakukan di front office CPW, pinggir swimming pool yang sedang direnovasi.

Sekitar jam 13, Pdt. Andreas Nugroho datang dengan Galant-nya (wow! speed-racer juga rupanya…), tak berapa lama, kami sudah masuk ke sesi I, yang didahului dengan Praise and Worship (P & W) dipimpin oleh WL kami tercinta, Anita…. :D

Img_0054

Sesi I ini mengenai komitmen (kami) untuk memberi dampak. Lebih membahas apa dan mengapa harus begitu-nya, belum sampai ke pengutusan….

Sesi I berlangsung dengan lancar. Meski berlangsung kognitif, kami semua merasa senang karena kami tahu bahwa kami tidak bisa menjadi anak-anak rohani terus yang selalu mau susu dan bukan makanan keras… Kami harus menjadi pelayan2 Tuhan yang lebih dewasa, yang mau bekerja lebih sungguh dan taat…..

Pict0030
Pict0034

Jam 16 tepat, sesi I diakhiri, dan kami "dipersilakan" menikmati snack sore yang disediain di pinggir swimming pool… Kami melicintandaskan snack, meski namanya snack time, tetep aja ada makanan berat….

Img_0069

Sis Mely dan the driver nyusul belakangan dan baru datang. Karna gue sekelompok sama dia (plus bro Hendrik, sis Elinawati, Yuliani, en Diana), akhirnya kita berembug duluan sebelum snack time buat membahas gaya yel2 dan drama Alkitab.
Akhirnya, sutradara & skenario diserahin ke sis Yuliani, karna para personil kudu nyelesaiin urusan2 lain….

Sebelum sesi II dimulai, sebagian dari kami udah mandi duluan, supaya kelihatan cakep2.. hehehe…. Gue numpang cuci muka di PA-5, biar kelihatan agak segeran, meski gak mandi.. Hahaha… mandi gak mandi sama aja kan?

to be continued……

Merpati (Suropati) tak pernah ingkar janji

July 8th, 2007 by adhi-en

Mestinya
gue mo nulis pengalaman rafting di 7-7-7 kemarin, tapi karena foto2
blum di-upload sama sis Ag, Nk, Ol, jadinya nunggu deee….

Seperti
biasanya, gue rutin jogging di jogging track T.Suropati minggu
lalu… cuaca agak mendung emang mendukung banget buat geber kaki
kenceng2…..

 

Dan
yang enak, nggak ada crowd yang berlebihan sore itu…. Syuting
sinetron yang “mengganggu ketenangan” juga mulai jarang terlihat
di Suropati, barangkali karena dalam beberapa minggu terakhir mereka
udah punya pilihan lokasi yang lebih cakep, di Taman Stadion Persija
Menteng…. (aha… baru ketahuan hari ini setelah gue iseng2 jalan
menyusuri HOS Cokroaminoto nyari Kompas tadi sore)

 

Petang
itu saat yang menantang, karena tiga minggu sebelumnya, perut gue
berulah sehingga sampe kenal para suster….ups… maksud gue, usus
gue diaduk-aduk sama dokter…. hehehe..

First
time
habis terkapar, lumayan berat juga buat mulai jogging rutin
lagi….

 

Tapi….
ternyata 4 lap bisa dilewatin dgn mulus…. wah.. kaget juga gue….
Itu namanya RJ alias Rindu Jogging hehehe…..

Yang
jelas, senja itu waktu jogging cuman dilewatin bareng sama si Nafa,
teman setia gue…. yang gak pernah absen, sementara temen2 lain yang
dulunya rutin, satu per satu pada ngilang….

 

(Sebenarnya gak
ngilang2 amat sih… tadi sore sempet ketemu sis Ft sama Cl di Suropati juga kok… tapi mereka
buru2 pulang krn ada acara, sementara gue datang kesore-an karena
musti nungguin tukang AC bersihin filter sore2 –hehehe gila, tukang
AC zaman sekarang, minggu pun tetep caplok peluang– ….. sis Fb
malah jogging lebih siang-an, sendirian pula… :-)… wah…
she is
a very tough sista…
)

 

Sehabis
4 lap terlewati minggu lalu, gue merenung sebentar di air mancur yang deket
sama Pos Polisi, memandang semburat jingga sore yang sangat menawan
di sela2 awan…. Ah… senja yang luar biasa…. Suasana itu
ditingkahi pula dengan beterbangannya merpati2 di Suropati…

 

Yap…
Suropati punya dua kandang merpati (bahasa Suriname-nya: Pagupon)
warna ijo daun…. Tiap2 kandang punya pintu kecil2 buat keluar masuk
merpati…. Merpatinya warna-warni, ada yang coklat, putih
polos, sama coklat totol2 putih….

 

Sedari
dulu sampe sekarang gue perhatiin merpati2 itu, mereka gak pernah
bertengkar… selalu hidup rukun… Juga pas giliran cari makan dan
minum dari air mancur, para merpati itu bergiliran menjaga
kandangnya…..

Beberapa
pengunjung taman yang baik (gue gak termasuk kali’), kadang memberi
makan merpati2 itu….. Di negara lain, mungkin tidak disarankan hal
seperti itu, tapi di Suropati, gue melihat papan “Berilah Aku
Makan” di bawah masing2 kandang itu….

 

Nah,
tentang rukun itu, gue punya masalah yang lumayan serius sebelum dan
sesudah operasi ubuntu….

 

Gue
suka bergaul dengan semua orang, tapi nggak berteman dengan sembarang
orang.

 

Memang
gue sangat selektif dalam berteman…. Bohong kalau ada yang bilang
Jangan pilih2 temen lah…. kan bagus kalau bisa temenan ama
banyak orang
”. But, like power, (some) people tend to corrupt
(baca: merugikan).

Rugi?
ah…. perlu diingat, rugi bukan sekedar soal finansial semata, tapi
rugi waktu, rugi nama baik, rugi energi, dan banyak lagi
(kemungkinan)  lainnya….

 

Salah
satu yang gue anggap temen: sis Lm sebenarnya orang yang baik, tapi
minggu lalu kesabaran gue sudah habis setelah berminggu-minggu dia
menunjukkan sikap dan perbuatan yang gue anggap tidak pantas…..

 

Gue
ngga
pernah ketus sama temen2 gue, baru kali itu aja gue bersikap
(sangat) ketus (maaf ya sis Lm, but I should did that kind of anger).
Kata Pak Pendeta: Marah memang diperbolehkan, asalkan tidak dikuasai oleh amarah (Marah
nggak sama dengan Amarah lho….).

 

Kadang2
sikap gue yang mudah bersahabat disalahartikan oleh beberapa orang,
tapi sis Lm memang benar2 persisten dalam artian terus-menerus
menunjukkan sikap over atas persahabatan….. tidak seperti temen2
lain yang bersikap positif atas teguran gue kalau mereka hampir sampai ke
taraf over….

Gue
suka temenan dengan ce atau co…. Buat ce, gue (sangat) menghargai
berteman dengan ce yang ngga punya tendensi apa pun ke arah hubungan
pribadi… tapi begitu menjurus ke arah itu, gue biasanya nggak segan
mengingatkan mereka atau mengurangi kontak dengan mereka…. Nah…
kecuali sis Lm ini….

 

Sikap
itu gue pilih bukan karena gue suka tebar pesona seperti anggapan
(baca: tuduhan… :-)) beberapa temen (dalam konteks b’canda siy… gue tahu
itu). Lagipula pesona apa juga yang mo ditebar? Lha wong gue ini
orang biasa aja kok…. Hidup pas2an, fisik pas2an, ilmu pas2an,
waktu pas2an pula….

 

Sikap
open itu lebih karna gue suka belajar (hal2 baru) dari banyak orang.
Mereka semua adalah guru gue dalam sebuah mata pelajaran bernama
kehidupan.

Kehidupan
gue tentu tidak bisa selalu terus rukun dengan “merpati lainnya”
seperti merpati2 Suropati itu, terutama bila memang ada hal yang kendalinya di
luar “kekuasaan gue”, seperti kendali atas reaksi berlebihannya
sis Lm…

 

Maafin
gue ya sis Lm, gue terpaksa sekali harus bersikap dan berkata ketus… What you have done is so wrong… not only annoying for me, but also
insulting….
Gue mau bersikap fair dengan berteman kembali, but you
must promise you will change your behaviour
.

 

Lm pernah bilang ke gue bahwa ia suka berteman dengan siapa aja
(termasuk gue), dan hanya dalam taraf pertemanan. Tidak lebih. But,
I can see in her eyes, that what did she say is very big different
with what does she do
. Obviously she demonstrate it….

Thus,
I’m so sorry.
Sampai saat ini gue tetep bangun barikade dulu buat
kebaikan sis Lm….

Image

Senja
minggu lalu, gue asik mengamati merpati dalam keremangan rimbunan
pohon2 di Taman Suropati. Mereka beterbangan dengan bebasnya
sementara gue duduk di tepi air mancur sambil merenungkan apakah
sikap ketus gue tersebut tepat atau nggak….

Finally,
gue
tetap ambil pilihan itu sebagai last option yang harus gue
pertahankan buat kebaikan sis Lm juga, sampai ada perubahan positif dari dia….

 

Senja
itu seolah meneguhkan kembali pepatah bahwa “Mata tidak pernah
berbohong
” tetap relevan. Sama dengan setianya merpati2 yang tak pernah ingkar janji
untuk selalu hadir di situ.

 

Gue
sedikit banyak sudah mulai belajar bisa melihat dari mata seseorang,
apakah dia tulus berteman atau punya maksud tertentu. Gesture, body
language
bisa menipu, tapi tidak dengan mata….

 

Itu
dia jawabannya! Mengapa mata gue nggak pernah bisa berbohong kalau
(misalnya) gue suka dengan seseorang… Pernah gue coba dengan
tatapan mata sewajar2nya saat ngobrol dengan ce yang gue suka, tapi
nampaknya usaha itu nggak pernah berhasil sampai hari ini. Gue nggak
paham apakah tatapan mata gue terbaca atau nggak, tapi itu tidaklah
penting for now….

 

Minggu
lalu, tanggal satu juli, sebuah keputusan telah gue ambil atas sikap
sis Lm (Senin malam-nya gue komunikasiin ke dia dengan baik2, face
to face, ear to ear
). Gue nggak benci, nggak pula bersikap jahat,
melainkan mencoba untuk meletakkan dia pada posisi “belajar untuk
menjadi lebih dewasa” meski dengan pilihan terakhir yang gue punya.

Senja
itu, langkah kaki gue teramat ringan saat menapaki pedestrian Menteng
kembali dari jogging…..


—written In the midnite of July—

 

Biji Cabe sok PeDe

June 14th, 2007 by adhi-en

Makan bubur bebek memang nikmat, apalagi kalo bebeknya bebek peking, dijamin mak nyuuus dah…!
Harga terjangkau kantung office boy, dapet rasa bintang lima..
Tapi pada akhirnya harga naek jadi belasan juta…
Mau tau ceritanya? Ikutin terus ya…

KAMIS, 7 Juni 2007

Bayangan leker itu pula yang bikin gue pengin menikmati sore di hari Kamis (7/6) sambil ngobrol sama temen lama (bro Dd) yang baru aja datang dari Jimbaran, Bali. Gak jauh2 dari kantor deh, di mal Amb.

Biarpun ngobrolin proyek, tetep saja rasanya enak sambil nyendok2 bubur bebek…. sluuurp…
Adonan bubur + bebek peking + black pepper + cabe adalah campuran yang nikmat… hm….. (kapan ya gue makan bareng sama Pak Bondan Winarno? Gak pa2 gak usah nongol di tipi-nya, asalkan bisa makan2 gratis terus bareng beliau…hehehe)

Singkat kata, obrolan rampung di jam 7 malam, gue anter bro Dd ke Nikko Hotel, jemput sitri-nya, sementara gue ngelencer pulang.
Keadaan damai dan tentram, aman terkendali, sampai ketika….
gue bangun subuh, tapi perut rasanya "suuuuuuuuuakkkiit" sekali.
Eh gak sekali ding, berkali-kali dan kontinu malah….

JUMAT, 8 Juni 2007

Gue pikir gue kena sakit maag, akhirnya diobatin deh sama obat maag Pr, dua tablet sampai sebelum siang. Tetep aja hari Jumat itu gue ke kantor, karena gue masih bisa tahan sakitnya. Bahkan masih sempet makan lagi di jam 3 sore, hehehe… ketahuan ya… kalo makan gue banyak… :P

Karena Pr lupa kebawa, beli lagi obat maag My satu strip, minum dua tablet pula. Kok kagak sembuh2 ni sakit perut ye?
Ya udah, dianter temen kantor gue, Iw, gue tertatih-tatih (tapi masih ketawa-ketiwi) jalan ke Sd Medical Center, deket kantor.

Setelah diperiksa dokternya (dokternya masih muda & kata Iw ganteng.. buat cewek2 yg blum punya pacar, ada peluang tuuh… Kalo mau bocoran lokasi pas-nya, kontak gue aja.. yaaa.. tapi ada imbalannya tuuh, traktir gue makan siang hehehe….) dia kasih gue obat sakit maag lagi sama Pancreatin yang notabene sama laaah dengan Pr dan My.

Gue sempet candain ke temen kantor2, bahwa gue gak yakin sama dokternya. Lah gimana nggak, "lha wong masih muda gitu loo.."

Singkat cerita, gue begitu kelimpungan di jam 10 malam-nya. "Waduh, ini kayaknya lebih dari sekedar serius deh" pikir gue. Dengan langkah yang sudah on, off, gue naek taksi sendiri ke RS terdekat di mana kebetulan gue juga punya kartu berobat-nya, RS PGI Cikini!
Malem2 gitu gue gak mau ngrepotin siapa pun. Kalo bisa berangkat sendiri, ya tariiiiiik maaang…..

SABTU, 9 Juni 2007

Setelah daftar di ICU, gue masih disuruh nunggu sekitar dua jam setelah darah gue "diambil" buat dianalisis di Lab…. Seraya menunggu, terpaksa gue diinfus di ICU. Kondisi ICU-nya nggak terlalu nyaman menurut gue (buat masukan RS: ACnya nggak dingin, lantai kotor, seprai bed-nya kudu sering2 diganti, lampu2 tidak terang, bed-nya diganti agak canggihan dikit kek, masa’ masih pakai tangga undakan zaman baheula gitu). Daripada bosen, buat hiburan, sedikit berlagak jadi banci kamera bolehlah…:)

Terkapar_di_icu
Kusut_masai_di_icu
Saat hasil Lab Hematologi kluar, terbukti ada infeksi di usus gue, tapi belum jelas di usus yang mana…. dokter Rb yang saat itu sedang bertugas nyaranin supaya di-rawat inap sekalian ajah….

Karena gue udah gak kuat jalan, gue iya-in aja. Saat itu barulah gue tahu, gue perlu satu orang temen buat ngurus administrasi & obatnya karena gue gak mungkin tahan jalan sendiri. Mau gak mau, gue telpon bro Ag di menit-menit menjelang subuh itu. Untungnya dia blum cium bantal dan bersedia datang (Thanks banget ya bro… U saved my life)

Setelah administrasi dan obat beres, barulah pertama kali gue kenal sama yang namanya r a w a t   i n a p (RI) di RS dan duduk di atas kursi roda… @*#!*Huh@*#!*… pengalaman yang gak enak.

Memelototi jarum jam menunggu pagi saat dokter datang memeriksa serasa menunggu selama 1000 tahun. Sakitnya itu loo, walaupun begitu, bro Ag gue minta pulang segera sesudah mengantar gue ke kamar RI dan gue mintain tolong buat ambilin baju2 dari kamar gue. Untungnya ada mas Dh, temen sekamar, yang lumayan asik orangnya, jadi rasa bosen & sakit agak terkurangi….
(Definitely I will c him when I have chance to go to Batam…)

Begitu doktor Tm datang di Sabtu jam 7 pagi, dia langsung nyaranin satu kata yang bikin gue kaget… O P E R A S I usus buntu! We ladalah…. jagad dewa batara.com….!!! Bukan operasinya yang bikin gue takut, tapi masa recovery-nya yang gue takutkan bakalan lama…

Namun karena sakitnya udah gak ketulungan, alhasil gue iya-in aja. Begitu dokter dan suster Bt nanya yang bakal tanda tangan siapa dan gue jawab gue sendiri, mereka melotot (mungkin curiga gue gelandangan hahaha, tampang orang susah memang gak bisa nipu…hihihi..).

"Kagak ada yang nganter ya? Keluarga di mana?" tanya mereka. "Gak ada dok, sini, biar cepet, biar gue tanda tanganin aja sendiri deh…." Akhirnya mereka terpaksa setuju…hehehe… ya iyalah, dikasih kerjaan, masa’ ditolak.. :-D

Meski begitu, gue telpon bro Ag lagi, buat bantuin proteksi barang2 gue yang tidak begitu berharga, biar gak diambil kucing garong… huahaha…. Jujur, gue gak takut sama sekali pada operasi. Dijabanin kalo bisa cepet. Tapi karena ada satu sesi operasi appendices pasien laen yang belum kelar, terpaksa nunggu. Cape dech….

Selama nunggu, gue mikir, gak beradab banget itu biji cabe yach…. Masa’ jalan2 di usus gak pakai GPS. Gitu tuh.. kalo biji cabe sok pede. Biji cabe ndeso, kagak tau jalan di metropolitan, ya tersesat di "jalan" buntu deh…. Udah gitu pake acara rotten pula… hm…

Sista Fb dateng bezoek sebelum operasi… Very supportive sister. You looked "metcing" dalam pakaian putih2 itu sis.. hehehe….

Tibalah saat itu….
Gue digelandang dari kamar RI ke kamar operasi tepat di jam 10:10 am. Sepanjang jalan masih sempet ledek2an sama bro Ag. Beberapa potret sempet diambil Nafa, sayangnya beberapa buram.. hm.. maklum yg motret amatir…:D

Menuju_kamar_operasi_1
Menuju_kamar_operasi_2
Menuju_kamar_operasi_3
dr. Gd dan Dr. Tm nenangin gue sblm operasi. Mungkin mrk heran gue malah cengengesan sebelum operasi (maap ya dr. Gd, tapi anda bener2 terlalu amat sangat mirip sekali dengan salah satu bintang komedi yang berusia tua, jadi gue bukannya serem, tapi senyum simpul saat inget "anda" maen pilem di warkop dki… hahaha), jadinya mereka gak jadi nenangin gue, tapi langsung juuuss…. nyuntik obat bius buat bius total di pergelangan tangan kiri gue…

g e l a p . . . . . .

t e n a n g . . . . .

s o   q u i e t . . .

Mata gue berat sekali kebuka, kepala gue noleh kanan, ada satu pasien cewek pasca operasi juga yang belum sadar di sebelah gue….

Lagu lullaby terasa mengalun merdu di telinga gue (padahal kagak ada sound system… hm.. mungkin ilusi aja), gue tidur lagi….. buka mata lagi, i’m lost… i dun know jam berapa saat itu… si pasien cewek masih belum sadar….
lullaby, lullaby, gue tidur lagi……

Pada bukaan mata ketiga, gue sudah sadar, walau blum 100%…..
rasanya sangat menenangkan…. hm.. pantes orang2 yang terjerat narkoba susah keluar dari jeratan ya… fly itu rasanya nikmat sekali.. dunia di luar seakan tenteram dan damai…. gak ada problem macem2….
susah ngungkapinnya….

Gue dipindahin ke tempat tidur dorong buat dikembaliin ke kamar RI. Gue lihat udah jam 12:15 pm. hari Sabtu, jadi kira2 masa operasi+pasca operasi berlangsung dua jam, walau operasinya sendiri cuman setengah jam (katanya).

Saat itu gak ada sakit sama sekali, cuman yang membosankan, (katanya) gue kudu berbaring di bed sampai hari Minggu malam. Waduh, gue udah ngebayangin bakal kena migren dan sakit punggung (gue pantang tidur lebih dari enam jam tiap harinya *sigh*…. lebih dari itu bisa migren seharian. Lebih dari 10 jam, bisa ketambahan sakit punggung gue….)

Jadi gue minta tolong pada Iw dan sis Ag yang dateng kemudian di Sabtu sore untuk bawain laptop, biar gue ada "hiburan" di bed…. hehehe… Dikombinasikan oleh si Nafa, jadilah internet suatu hal yang accessible dari kamar RI… (makanya sis Ir…., walaupun sakit, gue tetep bisa updet….mmm… apa ya namanya? Friendster…!)

Setelah itu, ada beberapa temen deket yang memang denger perihal gue operasi datang buat bezoekGue bener2 minta mereka untuk merahasiakan hal ini terhadap siapa pun, karena gue sadar, semakin banyak pembezoek, gue bakal lebih lama pulihnya…
Di hari pertama pasca operasi itu, tak ada rasa sakit sedikit pun, kecuali pas temen2 bikin lelucon yang ngocok perut… uuuuuaddduhh.. sakit rasanya, bisa2 jahitan lepas…. *hah*

Suster2nya pun baek2… Tak heran ada temen gue yang sayang banget sama istrinya yang berprofesi sebagai suster ya… Suster2 itu sama orang lain aja yang baru dikenal udah baek, apalagi sama misua sendiri….hehehe…

Thumb_up_buat_suster_em_dan_mr
Menahan_tawa_sekuat_tenaga_2_suster_em_m

Malamnya gue bisa tidur nyenyak, walau agak sedikit kepanasan. Mas Dh nampaknya tidak sealiran dengan gue dalam hal suhu, meskipun sealiran dalam hal prinsip: tidak mau ngrepotin orang lain. Hahaha…. ketemu juga gue sama orang yang independen. Mas Dh bener2 gak ditungguin siapa pun, sama seperti gue… Klop dah…

MINGGU, 10 Juni 2007

Selama pasca operasi, suntikan antiobitik-lah yang sering bikin ngeri…. Gimana nggak, rasanya tulang2 kayak dilolosin saat injeksi dilakukan. Untung cuman 10 cc per injeksi. Kalau 100 cc, bisa pingsan gue…. :-) Untung cuman dua kali sehari (pagi en sore). Kalau 10 kali, mungkin lebih baik gue dibius dulu sebelum disuntik deh…
Gue sempet ambil foto para "penjagal" antiobiotik itu…. :P

Suster_mr_jagal_antiobiotik_1
Suster_nv_jagal_antiobiotik_2

Minggu ini, gue pengin banget ke gereja… rasanya ada yang kurang kalau tiap hari Minggu belum pergi ke gereja, bahkan kadang kala dalam satu hari Minggu, bisa dua kali gue ke gereja…. Gue gak ngerti, tapi tiap kali gue ke gereja, FirmanNya kok selalu relevan dengan hidup gue ya? (Breaking news aja kalah dalam soal relevansi) Hm.. jadinya gue gak pernah pulang dengan tangan kosong tiap kali selesai gereja…. Sayang sekali blum boleh jalan2.. apalagi blum 24 jam pasca operasi….

Siangnya gue udah gak tahan… migren yang ditakutkan bener2 datang, akhirnya gue paksain badan buat bangkit dari bed, jalan2 dan potret2 kondisi di luar kamar RI. Salah satu hal yang gue suka dari RS PGI Cikini bila dibandingkan dengan RS-RS lainnya adalah adanya taman2 luas di dalam kompleks RS…. Sebagian RS di Jakarta malah bahkan gak punya taman meskipun taman kecil di depan RS, apalagi taman di dalam kompleks….hehehe…

Pemandangan_luar_kamar_ri
Hal lainnya?
Tentu koran yang hadir setiap hari! (Biarpun hanya Suara Pembaruan sore…)
Gue nggak pernah melewatkan hari TANPA baca koran….

Sorenya si monyong alias sista Ang datang bareng bro Ag…
Gue heran banget, kok mereka diizinin masuk sama sekuriti bukan di jam bezoek ya? Apa karena bro Ag pake t-shirt bertahtahkan tulisan "Suster Ngesot"? Jadi bisa ngilang dari pandangan? Atau sekuritinya takut negur, dikira suster ngesot beneran? Hahaha….

Suster_ngesot_minta_minum_1

Sama_bro_ag_da_best_pren_1

Seperti biasa, isi obrolannya cuman yang lucu2 aja… Asli… susah banget nahan tawa kalo ada mereka2 itu… (kalo jahitan gue lepas, usus gue keluar, mereka kudu tanggung dan jawab…). Yang kagak nahan lainnya adalah dalam suka duka, potret tetep bicara…. **halah**…. narsis banget….

Monyong_emang_juaranya_narsis
Si_monyong_emang_kebanyakan_gaya_doang

Ada juga pembezoek2 lainnya, tapi nggak seheboh mereka.
Gue teuteup ucapin special thanks pula, lewat sarana Comment yang ada di FS….
Oh ya… hari Minggu ini dokter tidak kontrol, karena libur….

SENIN, 11 Juni 2007

Sehabis doktor Tm datang kontrol, Senin pagi ini, ada kejutan…. Clarisa kecil datang bezoek sama maminya, sis Ft… Karena sekolahnya libur habis tes, si kecil minta tinggal sampai siang hari buat nemenin gue sama mas Dh, tapi bukannya tenang2 selama nemenin, malah ribut maen game di henpun sama leptop…. *hah*, dikau ini bikin ribet om Dh sama om Adhi……

Nih.. gambar si biang kerok itu…..

Bareng_si_kecil_clarisa

Sorenya, gue banyak ngobrol dengan mas Dh soal proyek dan bisnis… Gak hanya itu, bahkan mulai dari Shirley Tan (hahaha.. will find out later…) sampai Nokia BM di Lucky Plaza Batam….. hehehe….

Bahkan kegiatan "sobek koran" gue juga dikomentarin sama mas Dh… Sebelum gue bilang sobekan2 itu buat apa, dia udah bisa nebak… "Buat kliping ya?"
Gila… padahal selama ini gak banyak yang langsung bisa nebak bahwa gue ini selalu bikin kliping isu2 penting dari koran sejak tahun 2003, walau mereka kadangkala lihat gue memerankan aksi "tak sobek-sobek lho…"

Tentang obat…..
Selain infus Asering, gue dapet juga anti jamur liquid Trichodazol dua kali sehari…. Pas tangan kiri gue udah "jenuh", injeksi ganti dilakukan lewat pergelangan tangan kanan… Suster Nv bingung waktu mau ngelacak otot tangan. Halus banget dan gak keliatan katanya….
"Wah… gue kurang olahraga tangan nih" kata gue dalam hati. Hm.. ntar nyari sambilan jadi kuli panggul beras aja sehabis sembuh deh…. Jadi opis boy masih dibilang alus, apalagi ntar jadi opis bos…. pasti tangan putih semua, gak ada urat2nya… hehehe…

Malamnya, ada berita gembira dari suster, bahwa besok siang gue udah bisa….. P U L A N G …. ! (Horee…!) Sehabis itu sis Nn nelpon, apakah besok dia boleh datang buat anterin pulang….. Gue jawab aja, silakan… malah seneng gue dibantuin…. (syukur2 sekalian bantuin bayar ongkos juga…hahahaha…).
Tadinya gue berencana pulang sendirian…. Iyalah… datang tak (perlu) diantar pulang tak (perlu) dijemput… hiiiiii…..

SELASA, 12 Juni 2007

Pagi2 ternyata sis Ft udah nongol, sehabis kontrol dari doktor Tm kelar….
Seperti biasanya, dia banyak ngasih wejangan dari Alkitab buat gue (thanks banget ya Kak…). Dia juga bantu gue buat berkemas-kemas, ditemenin sis Nn, sementara gue….nyelesaiin kewajiban administrasi….!!!

Suster Ms terbelalak ketika ngeliat gue di koridor jalan sendiri ke Administrasi Pasien Pulang… "Gak diantar siapa2 mas?" tanyanya.
"Udah berani kok…. kan Adhi udah gedhe…" ledek gue.

Dokter Rb yang ngeliat gue nyengir pun geleng2 kepala. "Bapak ini mandiri (baca: bandel, red) ya…. masuk ICU sendiri, tanda tangan sendiri, persetujuan operasi sendiri, sekarang mau checkout juga sendiri…" tukas dokter Rb.
"Iya pak, habisnya kalau ngasih tahu keluarga, saya malah bakalan jadi lebih repot lagi di kemudian hari….hehehe… Mending ntar kalo udah sembuh total aja…" jawab gue.

Setelah administrasi beres, gue balik ke kamar. Sebagai ungkapan terima kasih, makan siang delivery dari seafood Fajar sebelah Cisadane mampir ke meja para suster yang bertugas siang itu…. sis Ft langsung cabut setelah bantu2 rapiin barang, tak berapa lama setelah sis Nn cabut…..

Sambil nunggu injeksi Trichodazol terakhir di jam satu, gue nonton tipi dengan tenang…. Tiba2 Iw muncul dengan gaya pinguinnya… (hehehe.. bu Md, saya jadi punya panggilan baru buat Iw…). Diskusi kerjaan berlangsung sampai tiba waktunya checkout…..

Akhirnya gue dan Iw pamitan kepada para suster dan sebagai kenang2an, gue potret bareng sama suster senior Nur sebelum dianter pulang sama Iw…. (thanks ya Iw… you kept your promise to drive me home)

Foto_sejenak_sama_suster_senior_nur_sblm
Para_suster_yang_nampak_sibuk_meeting

Saking senangnya bisa pulang, gue lupa untuk . . . . . . . . . ambil potongan usus gue dari bagian Patologi!

**Hah! dendam membara**, kalau potongan ususnya udah dapet pas kontrol dokter ntar, gue bakal bikin Sosis Usus bumbu kecap atau Sop Ubuntu…. hahahaha… =))
Emangnya Linux doang yang punya distro Ubuntu? Gue juga punya Sop Ubuntu….!!!!

/sbin/halt
Begitulah cara menu Bubur Bebek Peking termahal di dunia disajikan…:P

Moral of story:
Siapkan dana belasan juta kalau mau menikmati bubur bebek peking + cabe!

Eh nggak ding, ini  nih:

  1. Kalau mau makan, mandi, pipis dengan waktu yang lebih lama, cobalah untuk rawap inap sendirian aja… Satu tangan saja yang bisa bekerja tentu butuh waktu lebih lama dibandingkan dengan bila disuapin, dimandiin, dan dibantu pipis oleh penunggu pasien….hehehe….
  2. Bagaimana pun juga temen tetap dibutuhkan di kala duka buat meringankan beban kita. Kalau pun gak bisa ringan (karena memang udah ringan, misalnya), setidaknya ada yang bantu jagain barang2 dan bawain tas…hahaha… (serius… tapi temen2 gue sangat membantu lhooo…..)
  3. Sisihkan satu kartu kredit anda dengan limit yang besar untuk keadaan darurat seperti pas masuk RS. Anda pasti kaget dengan kesaktian kartu kredit anda saat anda benar2 membutuhkannya (dibandingkan dengan uang tunai). Kartu debit juga pilihan yang bagus, ambilkan dari saving yang saldonya cukup.
  4. Cobalah untuk memberitahu sesedikit mungkin relasi/teman, supaya anda bisa istirahat lebih banyak. Anda lebih butuh ditraktir saat sehat daripada dibawain buah tangan saat anda sakit. Semakin banyak istirahat, semakin cepat anda keluar dari RS.